UMN
19May
Event

Calon Jurnalis Muda Dunia Suarakan Kebebasan Pers Lewat Voice of Millennials

Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh di bulan Mei, UNESCO kembali menyelenggarakan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 pada tanggal 1-4 Mei 2017 di mana Indonesia terpilih menjadi tuan rumahnya.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 praktisi media, aktivis, dan akademisi di seluruh dunia. Bekerja sama dengan Dewan Pers Indonesia, WPFD diadakan dalam bentuk Youth Newsroom yang bertujuan mengajak para jurnalis muda untuk berpartisipasi di dalamnya.

Lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai belahan dunia, seperti Finlandia, Palestina, Algeria, Maroko, Malaysia, dan Indonesia bergabung untuk mengelola produk dari Youth Newsroom tersebut, yaitu Voice of Millenials (http://voiceofmillennials.com/). Voice of Millennials (VOM) adalah sebuah portal berita independen yang berfokus pada kebebasan pers.

Dalam kesempatan ini, 18 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Seni dan Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mendapat kehormatan untuk memimpin 28 jurnalis muda lainnya dan mengelola Voice of Millennials.  Kesempatan ini diraih UMN karena pada tahun lalu 4 orang mahasiswa Jurnalistik UMN, Annisa Mediana, Jennifer Sidharta, Narendra Hutomo, dan Jessica Damiana berkesempatan untuk terlibat dalam Youth Newsroom WPFD 2016 di Helsinki, Finlandia.

Narendra Hutomo, mahasiswa Jurnalistik UMN sekaligus Managing Editor VOM mengatakan keberadaan Youth Newsroom diharapkan bisa memberikan angin segar bagi dunia jurnalistik khususnya di Indonesia. “Setiap negara memiliki keunikannya masing-masing. Misalnya saja di Indonesia yang memiliki minat baca yang rendah. Di sini, kami sebagai jurnalis muda mencoba untuk memberikan ide baru dan terus berinovasi baik dari segi angle, konten maupun output berita yang dihasilkan,” katanya.

Dalam Youth Newsroom, para jurnalis muda akan bekerja selayaknya jurnalis. Satu hari sebelum peliputan, mereka akan melaksanakan sebuah rapat redaksi dan rapat perencanaan agar setiap jurnalis muda tahu apa yang harus mereka lakukan, beritakan, dan bagaimana output dari pemberitaannya keesokan harinya. Lalu di hari peliputan, masing-masing memiliki kebebasan untuk mengambil angle pemberitaan sesuai dengan kreativitas mereka. Berita yang ditampilkan di VOM berupa artikel multimedia yang meliputi tulisan, foto, audio, video, dan infografis. Selain VOM, para jurnalis muda ini juga menghasilkan berita dalam bentuk e-magazine.

Menurut Narendra, kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi para jurnalis muda. “Selain sebagai wadah untuk belajar memproduksi berita, kami juga bisa menjalin hubungan baik dengan teman-teman jurnalis muda dari banyak negara. Ini salah satu bentuk belajar jurnalistik yang menyenangkan,” katanya.

Teks : Indra, Foto : Dok. UMN

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM