candi prambanan
02Jan
Hangout

Pesona Candi Prambanan memikat wisatawan

Berlibur ke Yogyakarta tidak lengkap rasanya jika belum ke Candi Prambanan. Reliefnya memiliki pesona menakjubkan yang dapat menyedot wisatawan untuk mengulik tentang wisata sejarah di dalamnya.

Candi Prambanan memang banyak yang menyebut sebagai candi Hindu tercantik di dunia. Arsitektur candi yang termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki nilai seni dan sejarah yang sangat tinggi.

Adapun kecantikan Candi Prambanan terletak pada arsitektur bangunan yang berbentuk tinggi dan ramping. Candi utama, yaitu Candi Siwa memiliki ketinggian mencapai 47 meter, terlihat menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi lainnya. Menyaksikan gugusan candi yang indah dalam satu area, tentu merupakan pemandangan yang menakjubkan.

Di sisi lain, Candi yang juga sering disebut sebagai Candi Rara Jonggrang ini merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini dibangun pada abad ke-9 masehi dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Berdasarkan sejarah, pembangunan Candi Prambanan dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan menduga, pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Dinasti Sanjaya atas Jawa.

Candi ini pertama kali dibangun oleh Rakai Pikatan pada sekitar tahuan 850 Masehi, dan secara berkelanjutan disempurnakan dan diperluas oleh raja-raja Medang Mataram. Sedang nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari “Para Brahman”, yang mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana.

Bangunan Candi Prambanan pernah rusak akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 930-an. Juga pernah benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16. Reruntuhan candi dan sungai Opak di dekatnya, setelah perpecahan Kesultanan Mataram pada tahun 1755, menjadi tanda pembatas antara wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp mulai memelihara bagian yang rawan runtuh. Kemudian dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala pada tahun 1918-1926. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993.

Upaya renovasi terus menerus dilakukan bahkan hingga kini. Pemugaran candi Siwa yaitu candi utama kompleks ini dirampungkan pada tahun 1953 dan diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.

Untuk mengunjungi Candi Prambanan sangat mudah, letak persis di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tepatnya di desa Prambanan, yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Kawasan wisata ini sangat dekat dengan Yogyakarta kurang lebih 20 km, jika dari Surakarta sekitar 40 km, dan 120 km jika dari Semarang.

Teks : Indra / Foto : shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM